Petani dan Pemda Wonosobo Dalam
Gerakan Massal Pengendalian Penyakit Karat Puru
Gerakan Massal Pengendalian Penyakit Karat Puru
Kegiatan Pencanangan gerakan massal di hadiri pakar penyakit tanaman kehutanan dari
Universitas Gajah Mada sebagai narasumber, Muspida, Dinas terkait, petani/kelompok tani dan Camat se-Kab. Wonosobo. Acara ini merupakan momentum awal bagi upaya penanganan penyakit karat puru secara mekanik, yang dilanjutkan pelaburan. Bapak Bupati Wonosobo menekankan bahwa “Gerakan pengendalian penyakit karat puru untuk dapat segera dilaksanakan pada setiap kecamatan dan desa-desa”. Pelaksanaan gerakan massal diharapkan dapat dilaksanakan secara serentak dan menyeluruh di seluruh wilayah Kabupaten Wonosobo pada musim kemarau, awal musim penghujan agar dilakukan pembalikan tanah untuk mengurangi spora yang ada dipermukaan tanah.
Upaya penanganan secara mekanik ini merupakan alternatif yang terbaik karena belum ditemukan fungisida yang efektif untuk memusnakan penyakit ini, dan merupakan cara terbaik untuk melestarikan tanaman sengon dan usaha perkayuan. Apabila penyakit ini dibiarkan serangan pada musim penghujan akan lebih parah.
Keberhasilan pengendalian penyakit karat puru ada pada kepedulian sesama petani dan pengawalan dari teman-teman tenaga penyuluh kehutanan (PKL) serta Dinas Terkait. Teman-teman PKL sebagai ujung tombak yang mampu memotivasi dan menumbuhkan semangat petani akan perbaikan pada pengembangan usaha kehutanan, PKL menjadi sahabat petani kemana hijaunya sengon dan gairahnya usaha perkayuan akan di bawa.
Kondisi saat ini (Data bulan Juni 2009) penyebaran serangan penyakit karat puru di Kabupaten Wonosobo telah menyebar di 94 desa dari total 221 desa yang membudidayakan tanaman sengon atau sekitar 42% dari desa yang menanam sengon, sedangkan berdasar luasan luas tanaman sengon di Kab. Wonosobo : 15.742,445 Ha, luas lahan terserang karat puru : 472,261 Ha atau sekitar 236,131 pohon.. (eLis)
“Aku tidak menengadahkan daguku karena keangkuhan,
tapi aku ingin merasakan desirnya segar udaraku, karena kau (Tanaman) adalah nadiku”
(Suara Hati Kita untuk Tanaman)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar